Wednesday, April 8, 2009

CATATAN SEORANG PENGEMBARA 101

*) Peringatan! Peringatan! Tulislah tentang hal-hal kecil, hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-harimu dengan sungguh-sungguh. Tangkaplah nafas jiwanya dengan penamu. Setelah itu, janganlah kau simpan tulisan itu hanya untuk dirimu sendiri. Sebaiknya tulisan-tulisan itu ditawarkan dan dibagikan kepada teman-temanmu dan orang-orang lain yang tidak kau kenal. Biarlah tulisan-tulisanmu itu tampil sebagai santapan rohani di tengah-tengah arus badai peradaban modern.

*) Sebagai penyair sebaiknya aku hanya menangkap intisari dari segala gerak lakuku, dan sesamaku.

2 comments:

Ferry Arbania said...

seutas senyum mengembang dari jiwa-jiwa sang pemberontak. Tapi ini bukan pembangkangan. Aku hanya ingin berpesan pada hati. Mampulah jadi pemenang untuk diri sendiri yang pongah. Salam...!

Ferry Arbania said...

Tangis Pemilu yang Kusam
Hari ini madura berdarh. Peperangan telah berbabak,Namun tak seorangpun berkata "inilah kemenangan yang tertuda".